Oleh : Husein Muhammad

Membicarakan sekaligus mensosisalisasikan Hak Asasi Manusia (HAM) selalu penting. Dan ia menjadi semakin penting ketika realitas sosial kita tengah memperlihatkan wajah-wajah yang tidak lagi menghargai martabat manusia, seperti yang banyak terlihat pada saat ini di banyak tempat di dunia ini, dan lebih khusus lagi di negeri kita tercinta.

Hak Asasi Manusia adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri setiap orang sejak ia dilahirkan. Ia berlaku universal (berlaku bagi semua orang di mana saja dan kapan saja). Hak ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Karena sifatnya yang demikian, maka tidak ada kekuatan apapun yang bisa mengurangi atau mencabut hak tersebut.

Jan Materson dari komisi HAM PBB merumuskan Hak Asasi Manusia sebagai hak-hak yang melekat pada setiap manusia yang tanpa hak-hak tersebut manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. (Pendidikan Kewargaan Demokrasi, Ham dan Masyrakat Madani, hlm. 206). (more…)

Poin utama yang ditekankan di sini adalah bahwa ketika mengangkat pertanyaan ini, kita tidak menempatkan Islam dalam posisi yang benar-benar antagonis dengan Hak Asasi Manusia. Sebaliknya, Program ini justru menganggap hubungan ini tidak hanya sebagai kesatuan interaktif dari kekuatan-kekuatan dan faktor internal dan eksternal, melainkan juga terbuka bagi keterlibatan dan tantangan.

Seperti tradisi-tradisi kultural dan keagamaan lainnya, Islam juga memberikan dasar bagi tegaknya Hak Asasi Manusia dan kehormatan, melalui penjelasannya sendiri tentang maknanya bagi manusia. Namun dimensi-dimensi tradisi ini harus dilihat sebagai sesuatu yang terbuka bagi…….. (more…)